Jurus Jitu Menentukan Harga Disain

Jurus Jitu Menentukan Harga Disain

Menentukan harga sebuah karya desain ternyata bukan perkara mudah. Kesulitan ini terkait dengan bagaimana harus menghargai sebuah karya kerja kreativitas? Yang pada akhirnya juga terkait pada bagaimana mempertahankan klient supaya dapat terjalin long term relationship. Argumen apakah yang bisa diberikan seorang desainer dalam menentukan harga sebuah desain? Inilah masalah klasik dalam dunia desain.

Dibawah ini merupakan satu cara menentukan harga desain yang mungkin bisa Anda terapkan, yah.. kalau menurut saya sudah ‘cukup fair’.

HP = HT- (d x HT)

dimana: HT = [ R x W ] + K + M

(Harga Total disain adalah Harga Rate seorang disainer dikalikan lamanya waktu pengerjaan sebuah proyek, ditambah lagi dengan harga konsep dan pengadaan materi disainnya)

HP = Harga Penawaran
HT = Harga Total
R = Rate /hari atau /jam dari seorang desainer (1 hari = 8 jam kerja)
W = Waktu pengerjaan
K = Konsep Desain
M = Material desain.
d = Discount

1. R = Rate /hari atau /jam (1 hari = 8 jam kerja)

Rate adalah harga perhari atau perjam yang ditentukan pada kemampuan seorang desainer . Besarnya bergantung pada skill yang dikuasai, pemahaman konsep, pengalaman, portfolio, kredibilitas klien, dsb.

Singkatnya R bergantung pada pengalaman dan jam terbang seorang desainer.

Desainer berpengalaman (highly priced ) misalnya Rp. 2.000.000/hari.
Lulusan sekolah desain (memiliki 2-3 portfolio dari perusahaan kecil/ pemula) misalnya menentukan rate sekitar Rp. 100.000/hari.

Di negara maju dimana pekerjaan desain sudah dihargai dengan baik, rate/jam mungkin bisa diterapkan dan diterima oleh calon klien. Tapi di lokal ternyata rate/jam sangat sulit untuk diterima oleh umumnya klien di Indonesia, yang memilih rate/hari

2. W = Waktu Pengerjaan

Jumlah  waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah desain/proyek desain (hari ataupun jam). Variabel H tidak harus bulat, ia bisa bernilai 0.5 (setengah hari = 4 jam) hari atau 0.25 (seperempat hari = 2 jam).

3. K = Konsep Desain

Dalam menentukan harga konsep, seorang desainer harus bisa menguraikan konsep desain yang ia tawarkan. Bukan hanya terbatas pada ide dan tampilan visual semata, tapi juga mencakup hal2 lain seperti ‘look and feel’, tata letak (lay-out) yang baik dsb.
Dalam kasus, harga K kadang ditentukan dari berapa lama ia melakukan eksplorasi untuk mendapatkan ide dan menguraikannya menjadi sebuah konsep desain.

K = Rk x Wk

K = Konsep Desain Rk= Rate desainer Wk=Waktu eksplorasi

4. d = Discount

Dalam banyak kondisi harga discount = 0, akan tetapi adakalanya hal ini perlu dipertimbangkan untuk memungkinkan terbentuknya long term relationship dan kontinuitas proyek.

5. M = Material Desain

Harga material desain adalah total harga pengadaan material untuk pekerjaan desain yang mencakup harga session fotografi, pembelian stock image, pembelian lisensi additional software, fee copywriting. dan lain-lain

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Nilai W (waktu pengerjaan) bersifat fleksibel bergantung dari skala proyek desain yang dikerjakan. Nilai M (Materi Disain) juga bersifat fleksibel karena bergantung dari harga pihak ketiga yang menyediakan material desain (copywriter, fotografer, harga stock image, dsb).

Harga konsep (K) pun bersifat fleksibel. Ada beberapa desainer yang menetapkan nilai K dengan rumus K=Rk x Wk. Tapi ada juga desainer yang tidak. K adalah sebuah nilai yang mencakup seluruh hal mulai dari eksplorasi, ide, konsep, dsb.

Ada dua fenomena menarik tentang mematok nilai R (rate) tetap (fixed) dengan alasan bahwa harga tersebut adalah standar profesionalisme mereka. Desainer dengan  R tinggi harus bisa bekerja dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan desainer dengan harga R yang lebih rendah untuk sebuah hasil yang kualitasnya sama. Artinya klien yang menyewa desainer dengan R tinggi akan diuntungkan dengan waktu pengerjaan (W) yang lebih singkat/cepat bila dibandingkan dengan mempekerjakan desainer dengan harga R yang lebih rendah.

Di sisi lain ada desainer yang lebih fleksibel. menentukan nilai R sesuai dengan kredibilitas ataupun skala perusahaan klien. Misal, memberikan nilai R yang tinggi kepada sebuah perusahaan multi-nasional yang memiliki aset milyaran dan memberi rate yang lebih rendah kepada perusahaan kecil berbudget rendah.

Yang perlu diingat, cara di atas bukanlah cara mutlak. Ini hanyalah salah satu cara dan penerapannya juga kembali kepada desainer yang bersangkutan. Satu hal yang pasti, formula ini juga tidak akan menjamin diperolehnya sebuah pekerjaan/proyek desain? Deal sebuah pekerjaan desain bergantung dari banyak faktor lain seperti relasi, jenis klien, budget, kualitas desain, dsb. Tidak ada jaminan bahwa dengan menerapkan formula ini sebuah proyek desain pasti akan diperoleh.Tapi minimal seorang desainer memiliki dasar untuk menentukan harga sebuah desain dan tidak hanya bisa bergumam sambil berkeringat dingin bila sang klien mempertanyakan dasar penentuan harga desain yang ia tawarkan.

Diedit dari tulisan Harry JH (freelance desainer yang pernah bekerja pada beberapa ad-agency, desain studio, dan IT company. Sekarang mencoba independent dengan mendirikan sebuah desain studio Digitalgrafis (http://www.digitalgrafis.com/).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 80 = 88