Minggu, 27 Maret 2011 - 09:35:29 WIB
Wayang dan penanaman nilai-nilai (I)
Diposting oleh : Antonius Handoko
Kategori: Uncategori3 - Dibaca: 2990 kali


Wayang adalah salah satu warisan budaya nenek moyang yang memiliki nilai seni sangat tinggi. Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga.
Wayang dalam masyrakat Jawa menjadi menarik karena tidak hanya sebagai hiburan tetapi dalam wayang juga disertai ajaran-ajaran moral yang dapat digunakan sebagai pegangan hidup. Ajaran moral ini disajikan dalam bentuk-bentuk cerita sehingga para pendengar tidak merasa digurui. Para dalang dalam pementasan wayang juga memberikan cerita yang bisa ditafsirkan secara terbuka. Dalam pementasan wayang terdapat berbagai ajaran dan nilai etis yang bersumber dari berbagai agama serta sistem filsafat dan etika.
Seni pertunjukkan wayang merupakan gabungan dari banyak karya seni yang bernilai tinggi. Boneka wayang menggambarkan tokoh-tokoh yang memiliki watak dan karatker tertentu. Sifat dan karakter ini menjadi cerminan bagi citra diri manusia. Lukisan pada boneka-boneka wayang merupakan karya seni rupa yang mimiliki nilai yang agung. Selain itu dalam pertujukan wayang juga melibatkan seni musik (gamelan) dan tembang-tembang yang memiliki nilai filosofis yang tinggi pula.
Lakon-lakon wayang perupakan suatu bentuk cerita yang mengajarkan nilai filosofis, teologis, nilai-dan juga nilai etis. Pengajaran dan penyampaian nilai itu dikemas dalam bentuk cerita sehingga orang tidak merasa di gurui dan diindoktrinasi. Wayang menyajikan suatu tafsir terbuka terhadap kehidupan dunia ini.





Baca juga artikel berikut:


 
  Facebook  
  93 Komentar  
  Google+