Kamis, 28 Oktober 2010 - 14:54:11 WIB
Barcode ISBN, Desainer Harus Ngerti Loh
Diposting oleh : eric
Kategori: Disain Grafis - Dibaca: 16916 kali


Kamu yang ngaku disainer grafis (terkhusus untuk penerbitan) sewajibnya ngerti tentang sistem pengkodean buku atau ISBN. Atau paling nggak, harus bisa membuat barcode sesuai nomor yang diberikan penerbit buku. Gampang kok brow!

Salah satu manfaatnya, dengan mengetikkan kode ini pada mesin pencari, kita akan dimudahkan dalam mencari sebuah buku di perpusatakaan atau pun toko. Kode itu tidak akan dimiliki oleh dua buku yang berbeda, seharusnya :) itulah.. mengapa kode ini menjadi begitu penting.

ISBN (International Standard Book Number) adalah sistem pengindentikasi unik dalam bisnis percetakan untuk buku-buku. Sistem ISBN diciptakan di Britania Raya pada tahun 1966 oleh seorang pedagang buku dan alat tulis W H Smith dan mulanya disebut Standard Book Numbering. Sistem ini diadopsi sebagai standar internasional ISO 2108 tahun 1970. Pengidentikasi serupa, International Standard Serial Number (ISSN), digunakan untuk publikasi periodik seperti majalah, tabloid, dll.


 Sebuah ISBN-13, 978-3-16-148410-0, menunjukkan EAN-13 barcode



Ngurus ISBN di Indonesia

Nomor ISBN tidak bisa dipergunakan secara sembarangan, diatur oleh sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Untuk memperolehnya bisa menghubungi perwakilan lembaga ISBN ditiap negara yang telah ditunjuk oleh lembaga internasional ISBN. Perwakilan lembaga internasional ISBN di Indonesia adalah Perpustakaan Nasional yang beralamat di Jalan Salemba, Jakarta Pusat - Telp: 021-3101411 psw 437. Nomor ISBN dapat diperoleh dengan menghubungi Perpustakaan Nasional dengan cara datang langsung atau melalui Faksimil dengan ketentuan berlaku.

Membuat Sendiri ISBN dan "Barcode" Buku

Sebenarnya kalo kita perhatikan, untuk melayani permintaan Nomor ISBN Prefix Penerbit pekerjaan itu bisa diselesaikan dalam hitungan menit, lalu data dikirimkan ke penerbit bisa lewat faksimile atau e-mail. ISBN terdiri dari 10 digit nomor dengan urutan penulisan adalah kode negara-kode penerbit-kode buku-no identifikasi. Namun, mulai Januari 2007 penulisan ISBN mengalami perubahan mengikuti pola EAN, yaitu 13 digit nomor. Perbedaannya hanya terletak pada tiga digit nomor pertama ditambah 978.

Jadi, penulisan ISBN 13 digit adalah

978-kode negara-kode penerbit-kode buku-no identifikasi.


Prefiks ISBN Nasional untuk negara Indonesia adalah 979 dan 602.

Pertanyaan yang sangat penting untuk para penerbit adalah bagaimana mendapatkan  no identifikasi. Inilah yang harus dijelaskan kepada semua penerbit agar mereka bisa mandiri mengerjakan sendiri tanpa mondar-mandir datang ke Perpustakaan Nasional.  Padahal untuk mendapatkan satu nomor ISBN harus membayar 25 ribu, jika sekaligus dengan barcode katanya bayarnya 60 ribu (jadi ada peluang baru untuk pelayanan bikin barcode neh :P)

Berikut cara perhitungannya :

Kalikan angka itu dan jumlahkan dengan rumus

(digit_1x1)+( digit_2x2)+( digit_3x3)+( digit_4x4)+ (digit_5x5)+ (digit_6x6)+( digit_7x7)+( digit_8x8)+( digit_9x9)=Jumlah

Jumlah  ini harus dibagi 11 sampai pembagian terakhir, Sisa pembagian itulah yang dijadikan angka check digit. Apabila sisa pembagian 10, gantilah dengan huruf Romawi X, tidak boleh ditulis 10. Apabila sisa pembagian 0 tuliskan 0 sebagai angka check digit. Dengan rumus ini, penerbit itu bisa menjabarkan nomor-nomornya sendiri.

Contoh

Penjabaran dari nomor  979-99999-0-1 adalah

979-99999-1-X: 979-99999-2-8: 979-99999-3-6, sampai nomor terakhir 979-99999-9-5.

Setelah 10 nomor itu sudah dipakai untuk menandai buku, maka penerbit itu harus minta Nomor ISBN Prefix Penerbit yang baru. Di sinilah cekcok soal harga tagihan nomor itu mulai terjadi karena ada penerbit yang ditarik biaya mundur. Padahal, nomor itu sudah diperoleh pada tahun 1986-an sehingga penerbit merasa ada ketidakadilan dan sewenang-wenang.

Dengan bantuan Corel Draw , menguraikan nomor ISBN itu bisa dilakukan dalam beberapa detik, lalu membuat barcode-nya juga hanya dalam waktu satu menit, lalu pindahkan ke desain sampul bukunya.

Klik di Edit -> Insert Barcode.

Munculah Barcode Wizard. Isilah di jendela perintah itu dengan :ISBN. Lalu tuliskan di jendela Enter 9 numeric digits itu (misal 979-99999-0) maka di sampingnya sebelah kanan akan muncul 1/0 di atas tulisan Check Digit. Artinya, 1 adalah angka check digit ISBN dan 0 adalah angka check digit EAN-13. Kemudian tekan Next. Muncul perincian panduan membuat barcode. Klik di Advance. Muncul Advance Options. Klik di angka 978, lalu kembalilah ke Barcode Wizard. Klik Next, lalu klik Finish, muncullah barcode.  Lalu pindahkan barcode itu ke gambar sampul buku yang lagi digarap. Dengan menggunakan perintah Edit Barcode di Corel, perhatikan angka check digit EAN-13: 978799999900. Ada angka 0 di digit ke 13.





Baca juga artikel berikut:


 
  Facebook  
  138 Komentar  
  Google+