Jumat, 13 Agustus 2010 - 02:51:07 WIB
Menciptakan Identitas Brand
Diposting oleh : eric
Kategori: Disain Grafis - Dibaca: 2624 kali


Kondisi pasar saat ini membuat seseorang dihadapkan pada pilihan produk yang semakin beragam. Keberagaman ini meminta dari seorang pengusaha memiliki IDENTITAS BRAND yang akan membuat proses pemilihan produk menjadi lebih mudah karena membantu masyarakat untuk memutuskan produk mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, agar sukses, sebuah brand harus melakukan DIFERENSIASI dan menunjukkan bahwa brand tersebut berbeda dan lebih baik dibanding brand pesaing. Sering strategi diferensiasi yang dilakukan masih menggunakan cara-cara tradisional. Di samping itu, produk-produk yang dipositioningkan sebagai brand life style sudah kehilangan daya tarik lagi

Apakah sebenarnya Brand itu? Merk atau apa? Dari mata, telinga dan bibir, turun ke hati dan pikiran serta akhirnya eksekusi. Demikian arti sederhana brand. Dengan kata lain, apa yang orang lain lihat dengan mata, apa yang orang lain dengar dengan telinga, lalu apa yang ia lihat dan dengar itu dikatakan terus-menerus hingga membekas dihati itulah brand. Lalu bagaimana Anda menciptakan brand dan menilai brand Anda sendiri? Pertanyaan lebih lanjut dari mana Anda mengetahui penilaian itu?

Untuk menciptakan sebuah brand tentunya Anda harus mengenal situasi pasar di sekitar Anda, misalnya: siapa kompetitor Anda, bagaimana harga yang akan ditawarkan, apakah punya daya saing yang cukup ketat, dan banyak hal-hal yang perlu Anda kenali.

Selanjutnya yang tidak kalah penting, fungsi marketing. Tiga hal yang harus dipahami di dalam marketing adalah: mendapatkan custumer, mempertahankan costumer, dan meningkatkan penjualan ke costumer. Selain itu adalah modifikasi diantara ketiga fungsi tersebut. Tujuan utama meningkatkan nilai bagi anggota adalah untuk Loyalitas/kesetiaan costumer. Indikator dari loyalitas/kesetiaan costumer yaitu: pertama, customer menunjukkan komitmen dalam tindakannya seperti senang menggunakan produk Anda, memberi masukan/usulan yang membangun. Kedua, memperlihatkan komitment psikologis seperti tidak akan terlintas untuk memutuskan hubungan atau menggunakan produk perusahaan lain, mempunyai sikap yang positif terhadap terhadap perusahaan itu.

Langkah selanjutnya adalah membuat sebuah strategi atau lebih dikenal Costumer Relationship Management (CRM). Tujuan dari CRM ini adalah memahami dan mempengaruhi perilaku costumer melalui komunikasi yang bermakna dalam rangka meningkatkan usaha merebut costumer, usaha mempertahankan costumer, kesetiaan costumer, dan adalah profitabilitas costumer.

Akhirnya, tiga hal yang harus dibangun sebagai kerangka dasar suatu hubungan dalam membangun Brand Image yaitu:
Trust/ Kepercayaan ;    Fairness/  Keadilan ; Satisfaction/ Kepuasan

sumber : Artikel Binar CU Makmur





Baca juga artikel berikut:


 
  Facebook  
  84 Komentar  
  Google+