Senin, 01 Oktober 2012 - 00:33:50 WIB
God is Amaizing
Diposting oleh : Antonius Handoko
Kategori: Uncategori3 - Dibaca: 6914 kali


Beberapa bulan lalu diputar film yang cukup diminati oleh beberapa orang di planet ini. The Amazing Spiderman. Kisahnya selalu sama baik versi kartun, komik ataupun versi layar lebar yang pernah dirilis sebelumnya. Film ini berkisah tentang seorang remaja biasa yang digigit oleh laba-laba dan kemudian memiliki kekuatan super. Saya sendiri kurang begitu tahu mengapa film ini diberi judul Amazing Spiderman menurut saya biasa saja. Dan dalam tulisan ini saya juga tidak akan bercerita tentang film Amaizing Spiderman. Saya lebih tertarik ke laba-laba yang menjadi dasar kekuatan dari spiderman. Spiderman tidak pernah lepas dari gayanya bergelantungan di gedung-gedung pencakar langit di Kota New York. Lepas dari spiderman dengan jaring laba-laba yang kelaur dari tangannya saya selalu terpesona saat melihat jaring laba-laba yang sering saya jumpai di pohon-pohon. Sampai sekarang saya selalu kagum bagaimana cara laba-laba membentangkan sarangnya di antara dua pohon yang berjauhan. Menurut penelitian jaring laba-laba merupakan serat benang yang sangat kuat lebih kuat dari serat baja dalam ukuran yang sama AMAIZING. Laba-laba ialah hewan yang lemah, ia tidak punya cangkang yang kuat seperti kepiting, ia tidak punya kemampuan berlari seperti singa, ia tidak punya sayap kokoh seperti rajawai dan ia juga tidak bisa berenang seperti ikan. Namun Sang Penciptanya memberi kemampuan yang lain, kemampuan untuk membuat sarang yang kuat. Sarang yang tidak akan hancur oleh terpaan hujan dan angin kencang. Sarang yang memampukan ia untuk tetap hidup. God is AMAIZING jika Ia menciptakan hewan-hewan yang lemah namun memiliki kemampuan yang luar biasa. Jika Tuhan menciptakan hewan dengan begitu baiknya apa lagi saat ia menciptakan manusia, Ia menghembuskan Roh-Nya sendiri dalam diri setiap orang. Pastilah setiap orang adalah orang yang istimewa. Tidak semua orang punya kemampuan yang sama, setiap orang diangugerahi kemampuan yang memampukan dia untuk hidup dan mencapai kesempurnaan. Yang perlu dilakukan adalah mengenali dan mengembangkan kemampuan itu. Tak penting, Sang punya hidup memberi satu talenta atau lima talenta, barangsiapa bisa mengembangkannya akan memperoleh bagian yang sama



Baca juga artikel berikut:


 
  Facebook  
  121 Komentar  
  Google+