Jumat, 21 September 2012 - 13:18:54 WIB
CMYK vs RGB
Diposting oleh : eric
Kategori: Disain Grafis - Dibaca: 7756 kali


Dalam desain grafis kita mengenal 2 cara tentang penciptaan warna: pencampuran cahaya (aditif) atau mencampuran cat (subtraktif). Bagaimana cara memahami kedua warna tersebut? Dan apa kaitannya dengan RGB atau CMYK colour.

Pada pencampuran cahaya lampu kita dapat mencampur sumber cahaya merah, hijau dan biru dalam berbagai intensitas. Jika lampu atau sumber warna cahaya ditambahkan maka akan semakin cerah campuran warna yang terjadi. Inilah cara paling dasar kita memahami secara fisik melihat warna RGB (Red = merah, Green = hijau, Blue = biru). Pencampuran warna cahaya ini biasa kita lihat dalam pencampuran warna RGB melalui monitor komputer.

Selain warna cahaya, kita juga mengenal warna cat yang ditorehkan pada kertas putih. Jika kita belajar di sekolah seni, pelajaran bagaimana mencampur warna cat ini biasanya kita dapatkan. Warna utama yang digunakan dalam proses pencampuran biasanya merah, kuning dan biru. Dengan warna dasar ini seorang pelukis dapat mencampur dan mendapatkan semua warna lainnya.

Dalam dunia cetak  mencetak warna-warna tersebut kemudian diganti dengan cyan, magenta, kuning dan hitam (CMYK/ Cyan Magenta Yellow Key=Black), karena dengan warna ini printer dapat menghasilkan lebih banyak jenis warna di atas kertas.

Jadi, ketika kita berpikir RGB vs CMYK, model warna adiktif dan subtraktif di atas semoga dapat menjelaskan pemahaman tersebut.





Baca juga artikel berikut:


 
  Facebook  
  126 Komentar  
  Google+