Kamis, 16 Agustus 2012 - 10:34:57 WIB
Cara Jitu Menjual Karya VS Kerancuan Harga Disain
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Disain Grafis - Dibaca: 4807 kali


Bukan hal yang aneh jika lulusan Desain Grafis seperti saya lantas kebingungan membayangkan dunia kerja yang ada di depan mata. Banyak lowongan kerja memang, tetapi seringkali imbalan yang ditawarkan tak sebanding dengan profesionalitas yang udah kita pupuk lama. Memilih merintis usaha sendiri adalah hal yang sama menyeramkannya. Tetapi kalo disadari hal ini sebenarnya lebih menjanjikan untuk jangka panjang.

Masalah terbesar dan kerapkali ditemukan dalam merintis usaha sendiri adalah pemasaran. Menjelaskan kepada konsumen adalah hal yang sama sulitnya, apalagi kebanyakan konsumen saat ini sangat awam dengan desain grafis. Dalam banyak kasus mereka akan lebih banyak bertanya “Kalo bikin brosur cetak seribu brapa ya?” dari pada bertanya tentang permasalahannya dan bagaimana menyelesaikannya. Maka pintar-pintarlah menjadi seorang desainer grafis , hehe… :P

Marketing adalah proses pendewasaan pasar bukan hanya sebagai sales produk. Maksudnya, sebagai desainer kita berlaku sebagai problem solver. Bukan penjual produk. Jika klien bertanya kalo bikin cetakan berapa? Nah, jawablah dari beragam aspek.

Tiru aja metode marketing dokter! Pasti nggak ada pasien yang bertanya, “Kalo sakit kepala ongkos sembuhnya berapa Dok?”. Tetapi dokter akan melakukan analisa dahulu. Kalo Cuma pegel karena sering nge-blok, dikasih aspirin juga sembuh. Di puskesmas 10ribu sembuh. Tapi kalo ternyata penyebabnya lain, yaa… harga bisa beda. Kira-kira gitulah. Sama dengan desain grafis. Bisa sejuta jadi, bisa juga 10juta baru jadi.



Baca juga artikel berikut:


 
  Facebook  
  106 Komentar  
  Google+